Budidaya Ikan Koi

Budidaya Ikan Koi. Di negara Indonesia, jenis ikan koi ini mulai populer pada tahun 1960-an. Pada saat itu Presiden pertama Indonesia Soekarno telah diberi hadiah berbagai macam jenis ikan koi oleh pemimpin Cina. 

Lalu,kemudian Presiden soekarno ini memberikan mandat kepada peternak ikan dan juga pembudidaya ikan hias di wilayah Batu, Jawa Timur,hal ini bertujuan untuk dikembangbiakan secara besar-besaran. dan dari situlah timbul benih-benih baru ikan koi lokal,yang hingga saat ini masih menjadi sektor usaha yang menjanjikan.

Meskipun begitu,kualitas ikan koi lokal ini masih dipandang sebelah mata oleh berbagai macam kalangan, perkembangan akan sentra usaha budidaya ikan koi  ini terus berkembang. Lalu,di suatu wilayah di Jawa Timur,terdapat sebuah sentra usaha budidaya ikan koi yang berkembang baik yakni berada di daerah Blitar, Jawa Timur. 

Dari waktu ke waktu, jenis ikan koi lokal ini akhirnya mengalami peningkatan kualitas secara signifikan. Dan dapat menarik pangsa pasar kian membesar,dan kualitas ikan yang tak jauh berbeda  dengan jenis import.

Yang mana jenis ikan koi import untuk saat ini terlampau cukup mahal,maka dari itu tumbuh inovasi baru dengan menumbuhkan jenis Ikan koi lokal yang mana menjadi lebih bersaing dari segi harga.

Budidaya ikan koi memang cukup menjanjikan,dan juga begitu mudah untuk dilakukan. Untuk memulai budidaya ikan koi ini,anda harus terlebih dahulu mengerti tentang tahapan-tahapan budidaya ikan koi,yang mana hampir sama dengan budidaya ikan mas. Hanya saja yang menjadi krusial adalah adanya ketersediaan bibit unggul dan berkualitas.

JOGLO KOI FARM

Mojoroto gg 8 Barat. Kota Kediri, Jawa Timur

Hubungi: +6285158022759

Kunjungi kami via Instagram untuk Update katalog Ikan Koi Terbaru di @Mjkoifarm

Memilih indukan untuk budidaya ikan koi

Memilih indukan merupakan peranan yang sangat amat penting dalam hal budidaya ikan koi. Pemilihan Indukan ini harus sesuai dengan kriteria dan juga kualitas yang bagus baik secara genetis maupun fisik,yang mana nantinya akan menghasilkan keturunan yang bagus pula,dan hal itulah yang menjadi sebuah patokan bagi para pebisnis ternak hewan. Memilih Indukan ikan koi yang berkualitas ini biasanya dimiliki oleh penangkar atau para penghobi ikan koi. Budidaya Ikan Koi

Penghobi ikan koi biasanya banyak mengoleksi ikan koi yang berkualitas dan bervarian jenis nya, baik untuk dipelihara sendiri maupun untuk tampil di ajang kontes. Namun para penghobi koi ini rata-rata tidak memiliki keterampilan atau waktu untuk mengawinkan ikannya. 

Padahal, untuk menjaga agar ikan koi ini tetap dalam kondisi sehat dan bugar,maka salah satu cara yang harus dilakukan adalah dikawinkan jika telah tiba waktunya,kebanyakan para pembudidaya ini bisa saling kerja sama dengan pemilik ikan koi.

Dimana dengan adanya cara seperti ini,maka pemilik diuntungkan karena ikannya bisa dikawinkan dan untung bagi pembudidaya adalah pembudidaya bisa mendapatkan keturunan yang berkualitas. Sebagai imbalannya, biasanya si pemilik ikan koi ini akan dipersilakan memilih satu atau dua ekor ikan hasil perkawinan tersebut.

Selain keturunan atau sifat genetis, calon indukan ikan koi ini minimal harus memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

  • Umur ikan koi minimal sudah cukup matang, atau lebih dari 3 tahun
  • Memiliki jenis yang sama atau juga bisa mendekati, misalnya jenis kohaku dengan kohaku
  • Perhatikan Bentuk tubuh,pilih indukan dengan tubuh ideal, dari atas tampak seperti torpedo
  • Mempunyai Gaya berenang yang tenang dan seimbang
  • Mempunyai Warna yang cemerlang dengan kontras tinggi
  • Pastikan ikan koi dalam keadaan sehat, dan gerakannya gesit tidak banyak diam di dasar kolam.
  • Indukan jantan dan betina telah matang gonad
Budidaya Ikan Koi

Pemeliharaan indukan ikan koi

Sebaiknya calon indukan ikan koi ini dipelihara dalam wadah atau kolam khusus. Dengan kedalaman kolam setidaknya berkisar 150 cm, atau juga bisa lebih dalam lebih baik.

Dalam hal kepadatan pada kolam juga harus sering diperhatikan, kolam ikan koi yang bagus adalah dengan ukuran 4×5 meter  dan maksimal diisi dengan 20 ekor indukan betina atau juga bisa dengan 40 ekor indukan jantan. Hal ini dilakukan karena indukan betina biasanya cenderung lebih besar daripada indukan jantan.

Indukan ikan koi betina dan jantan dipelihara di kolam yang berbeda, hal ini berguna agar saat dipijahkan indukan ini  tidak perlu mengalami pemberokan lagi. Secara,garis besar pemeliharaan ikan koi di dalam kolam indukan sama saja dengan pemeliharaan ikan koi dalam kolam pembesaran.

Untuk pakan yang diberikan berupa pelet,yang mempunyai ukuran sekitar 8 mm, dengan asumsi pada ikan koi ini mempunyai usia lebih dari 2 tahun dan sudah berukuran minimal 90 cm. Untuk pemberian pakan berkisar  4-8% dari bobot tubuh ikan koi itu sendiri dalam satu hari. Frekuensi pemberian pakan lebih optimal dengan jangka waktu 2-4 kali.

Pemijahan ikan koi

a. Tempat pemijahan

Untuk tahap pemijahan ikan koi sebaiknya kolam pemijahan terbuat dari bahan semen dan permukaannya diplester. Hal ini bertujuan untuk menjaga agar sisik pada ikan koi tidak mudah rusak bila terjadi gesekan saat akan melakukan proses pemijahan. Untuk bagian ukuran pada kolam ini sangat  variatif, biasanya sekitar 4×7 meter dengan kedalaman antara 70 cm dan ketinggian air mencapai 50 cm.

Kolam ikan harus memiliki setidaknya saluran masuk dan keluar,lalu kemudian pada kedua saluran tersebut harus wajib dipasang dengan saringan yang mempunyai permukaan halus. Dengan tujuan agar tidak ada hama pengganggu yang masuk ke kolam dan juga telur atau larva hasil pemijahan tidak hanyut ke pembuangan air.

Sebelum itu,maka anda harus terlebih dahulu melakukan  pengisian air,namun sedikit saja,cara ini berguna agar kolam setelah dijemur dan dikeringkan. Dengan cara seperti itu,sangat berguna untuk memutus siklus tumbuhnya bibit penyakit yang mungkin ada di dalam kolam. Lalu gunakan air yang di fungiskan untuk mengisi kolam hendaknya diendapkan terlebih dahulu selama kurang lebih 24 jam.

Jenis Ikan koi ini merupakan ikan yang senang menempelkan telur pada media yang ada dalam kolam seperti eceng gondok dan sejenis nya. Maka,oleh karena itu, sediakan beberapa tanaman eceng gondok atau juga bisa dengan kakaban yang terbuat dari ijuk. Hal demikian berfungsi untuk memperkaya kadar oksigen dan jangan lupa untuk memasang aerator pada kolam pemijahan.

b. Proses pemijahan

Setelah rangkaian pembuatan kolam pemijahan siap, tahap selanjutnya adalah memasukkan indukan ikan koi betina terlebih dahulu ke dalam kolam. Lalu kemudian pemijahan akan  berlangsung pada malam hari,sehingga nantinya induk betina ini bisa dimasukkan pada sore hari atau menjelang malam. Biarkan indukan betina ini beradaptasi dengan kondisi kolam agar tidak mudah stres.

Setelah menunggu 2 hingga 4 jam, selanjutnya adalah melepaskan indukan jantan di dalam kolam pemijahan. Dengan tahapan awal indukan jantan yang dimasukkan antara 3 hingga 5 ekor. Hal ini bertujuan untuk menghindari kegagalan dalam pemijahan dan jug agar semua telur yang dikeluarkan indukan betina bisa terbuahi secara maksimal. 

Pemijahan selanjutnya adalah menunggu agar indukan jantan bergerak dengan tenang,selama masa itu akan berlangsung sekitar pukul 11 malam hingga dini hari atau sebelum matahari terbit.

Selama masa itu,nantinya akan terjadi aksi kejar-kejaran, dimana indukan betina ini akan menyemprotkan telurnya pada kakaban. Lalu pada waktu pagi hari,terlihat jelas bahwa telur sudah menempel pada kakaban,dan barulah indukan jantan akan menyemprotkan spermanya untuk membuahi telur tersebut. Budidaya Ikan Koi

Add a Comment

Your email address will not be published.