Kolam Koi

Kolam Koi. Anda ingin membuat kolam untuk budidaya ikan koi? Maka anda wajib mengikuti tips berikut ini,yang mana dengan tips ini mungkin akan membantu anda untuk merealisasikan keinginan anda dalam membangun kolam koi tersebut.

Pada dasarnya jenis Ikan koi (Cyprinus Carpio) adalah salah satu jenis ikan yang banyak dipelihara khusus nya di negara Indonesia,karena ikan koi ini mempunyai keindahan tubuh dan juga corak yang beragam. Jenis Ikan koi ini mempunyai corak dan juga warna yang khas dan dipercaya mampu membawa keberuntungan oleh beberapa orang di negara Jepang. Ikan koi ini mempunyai gerakan yang cukup  lincah dan juga gesit,maka dengan sifat dan karakter tersebut membuat ikan ini sangat ampuh untuk menghilangkan penat dan juga stres untuk beberapa saat.

JOGLO KOI FARM

Mojoroto gg 8 Barat. Kota Kediri, Jawa Timur

Hubungi: +6285158022759

Kunjungi kami via Instagram untuk Update katalog Ikan Koi Terbaru di @Mjkoifarm

Biasanya, jenis ikan koi ini tidak dipelihara di dalam akuarium,melainkan di budidayakan di kolam,sebab keindahan ikan koi ini terdapat pada bagian punggungnya. Selain itu,ukuran kolam yang kebanyakan luas dan besar yang lebih besar juga memungkinkan koi bisa bergerak lebih leluasa.

Ciri Khas ikan koi :

  • Ikan koi sangat senang menggosokkan tubuhnya di pinggir atau dasar kolam.
  • Ikan koi ini dominan membutuhkan oksigen dalam jumlah yang begitu melimpah
  • Ikan koi ini sangat menyukai kolam bertipe  rarus
  • Ikan koi ini memerlukan paparan cahaya matahari secara langsung untuk menjaga keindahan pada sisiknya
  • Ikan koi cenderung lebih menyukai air dengan suhu hangat daripada suhu dingin.

Berikut panduan pembuatan Kolam Ikan Koi :

1. Pemilihan Lokasi

Menurut lokasinya, kolam untuk budidaya ikan koi dapat dibedakan menjadi dua macam yakni jenis kolam indoor dan ada juga kolam outdoor. Maksud dari kolam indoor ini adalah kolam yang berada di dalam suatu bangunan. Sedangkan jenis kolam outdoor adalah kolam yang berada di luar ruangan.

Dari pengertian di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa kolam indoor akan mendapatkan paparan cahaya matahari yang sangat minim. Maka dapat dipastikan suhu di dalam kolam  pun akan cenderung dingin dan hal ini juga dapat membutuhkan beberapa teknik untuk menyiasatio suhu di dalam kolam,agar nantinya bisa mempertahankan suhu normal, sehingga ikan dan biota yang hidup di dalamnya tetap sehat dan tidak mudah mati.

Sebaliknya, pada kolam jenis outdoor, kolam jenis outdoor ini akan mendapatkan sinar matahari yang melimpah ruah. Maka dari itu anda tinggal memerlukan beberapa teknik tertentu agar suhu kolam tidak terlalu panas,terutama ketika pada waktu siang hari atau pada masa musim panas. Bagian Posisi kolam ini juga harus presisi agar nantinya kolam tersebut tidak mudah terkena kotoran ataupun daun gugur yang berjatuhan di kolam. Kolam Koi

2. Perancangan Desain Kolam

Setidaknya, untuk saat ini terdapat 3 jenis desain untuk kolam ikan koi yang mana 3 jenis itu berdasarkan bentuk, yakni persegi, lingkaran, dan model bebas. Bentuk persegi ini kerap sekali digunakan baik dalam budidaya ikan koi maupun jenis ikan lainnya.

Bentuk persegi ini  diciptakan agar kolam tetap mempunyai style formal. Gaya seperti  ini sangat cocok untuk pelengkap rumah minimalis, modern, dan ruangan untuk keperluan lainnya.

Sementara itu, kolam dengan bentuk lingkaran dan elips sangat cocok untuk anda yang mempunyai desain rumah bergaya elegan, mewah, tradisional, dan cocok juga di bangun di ruangan informal. untuk model terakhir, yakni gaya bebas yang mana gaya ini sangat cocok untuk diaplikasikan pada bangunan rumah wisata dan juga penginapan seperti villa dan hotel. Hal ini difungsikan agar para pengunjung memperoleh sebuah inspirasi desain kolam yang lebih banyak,

3. Perancangan Sistem Filterisasi

Sebagaimana kolam ikan pada umumnya, jenis kolam koi pun juga perlu dilengkapi oleh beragam sistem filterisasi yang berguna untuk menghasilkan oksigen dan juga menjaga kebersihan air di dalam kolam.

Untuk anda yang ingin membuat kolam koi,sediakan pula untuk sistem filterisasi yang juga dilengkapi dengan dua macam saluran, yaitu saluran untuk air bersih dan juga saluran untuk air kotor. Pada bagian saluran air bersih, air hasil pengolahan filter tadi akan secepatnya dialirkan kembali menuju kolam. Sedangkan untuk saluran air kotor berfungsi untuk menyedot air dan kotoran untuk dialirkan ke sistem filterisasi/pembuangan

Filterisasi pada kolam ikan ini biasanya terdiri dari tiga macam yang ditempatkan di masing-masing kolam. Untuk kolam pertama ini berfungsi untuk menyaring berbagai macam kotoran yang berukuran besar. Sedangkan pada kolam kedua dan ketiga selain dijadikan sebagai sistem filter, fungsi lain juga terdapat pada sistem not,yang dijadikan sebagai tempat pertumbuhan bakteri yang berguna untuk penjernih air.

Selain filterisasi, kolam ikan koi juga membutuhkan bantuan seperti  aerator yang berguna untuk menciptakan gelembung-gelembung udara yang mana fungsi gelembung pada aerator ini untuk menambah kadar oksigen yang ada di dalam air. Bentuk aerator ini mirip dengan air terjun dan air mancur.

4. Penentuan Ukuran Kolam

Pada tahap ini, setidaknya anda memerlukan sebuah ketelitian dan juga perhitungan yang begitu matang,agar nantinya kolam yang dihasilkan bisa sesuai dengan rancangan dan desain yang anda inginkan.

Adapun kedalaman kolam yang cocok untuk budidaya ikan koi yang cukup ideal adalah 1 meter untuk koi yang mempunyai ukuran kurang dari 30 cm, lalu kemudian ukuran 1-1,5 meter untuk koi berukuran antara 30-50 cm, dan terakhir kedalaman lebih dari 3 meter untuk koi berukuran lebih dari 60 cm.

Selain itu, tentukan juga dalam penentuan ukuran ini,di mana anda  juga harus memperhatikan populasi ikan yang akan menempati.kolam tersebut dan pastikan pula populasi ikan ini cukup untuk ikan mendapatkan asupan makanan,jangan sampai terlalu sedikit,karena akan menyebabkan ikan kesulitan dalam menemukan makanan.

Sebaliknya,apabila anda terlalu memperbanyak populasi ikan,maka dengan ini akan menyebabkan ikan akan saling berebut makanan dan juga oksigen. Untuk populasi yang cukup ideal adalah seekor ikan koi bisa menempati 4 X ukuran tubuhnya.

5. Penggalian Tanah

Penggalian tanah ini cukup dibilang pekerjaan yang cukup sulit. Hal ini dikarenakan bahwa  dalam penggalian tanah ini akan dilakukan dengan teknik yang berbeda-beda,semua tergantung pada jenis tanah dan juga kedalaman air tanah yang ada  di lokasi tersebut. Pada lokasi dengan air tanah yang dangkal yakni ketika sudah digali dengan kedalaman hampir satu meter, maka air di dalam tanah sudah menyembur dengan deras,maka dengan ini hanya diperlukan pompa air untuk mengeringkan galian tersebut. Hal ini yang nantinya akan mempermudah langkah-langkah pembuatan berikutnya.

6. Pengecoran dan Pemasangan Batu Bata

Setelah galian tanah benar-benar kering, langkah selanjutnya adalah melakukan tahap pengecoran. Tahap pengecoran ini harus dilakukan dengan cepat agar nantinya tidak terjadi rembesan air tanah kembali. Kolam Koi

Add a Comment

Your email address will not be published.