Ciri-Ciri Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi Dan Cara Mengobatinya

Ciri-Ciri Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi Dan Cara Mengobatinya

Dropsy atau biasa disebut dengan gembur/gembul, merupakan jenis penyakit ikan koi yang bisa dikenali di mulai dengan bagian pada sisiknya,yang mana mulai tanggal dari badan ikan. Ikan koi yang menderita penyakit gembur atau dropsy ini akan mengalami kesulitan dalam berenang, bernafas, dan juga memiliki perut yang membengkak karena penyakit.

Ciri-Ciri Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi Dan Cara Mengobatinya

Kata Dropsy sendiri sebenarnya berasal dari singkatan kata Perancis kuno ydropesie, yang mana dengan kemajuan zaman kemudian disingkat menjadi nama dropsy,atau juga bisa diduga berasal dari singkatan kata bahasa Latin hydropisis, atau modifikasi kata Yunani. 

Asal kata dropsy sebenarnya adalah hydrops dari kata hydor, yang mana dari rangkaian kata tersebut mengerucut menjadi sebuah arti kata ini yang berarti gejala penyakit di dalam air, yang mana kemudian diadaptasi untuk menggambarkan GEJALA penyakit ikan akibat adanya akumulasi cairan didalam rongga perut ikan.

Jenis penyakit dropsy ini merupakan gejala dari suatu penyakit bukan penyakit itu sendiri. Gejala dropsy ditandai dengan terjadinya pembengkakan yang terjadi pada rongga di dalam tubuh ikan koi,seperti sedang hamil padahal ikan tidak sedang hamil atau ikan tersebut berkelamin jantan. 

Pembengkakan tersebut sering menyebabkan bagian pada sirip ikan koi itu akan berdiri sehingga penampakannya akan menyerupai buah pinus.

Pembengkakan ini akan terjadi sebagai akibat adanya aktivitas akumulasinya cairan, atau juga bisa karena  lendir yang ada di dalam rongga tubuh ikan koi. Gejala ini kerap disertai dengan gejala seperti malas bergerak, gangguan pernapasan, dan juga bagian warna kulit ikan koi ini akan terlihat pucat kemerahan.

Penyebab Dropsy pada Koi

Penyebab penyakit ini belum sepenuhnya diketahui oleh para penghobi,namun banyak yang berasumsi bahwa dikarenakan adanya infeksi pada bakteri (aeromonas, myo bakteri, atau juga bisa karena parasit seperti Hexamita) dan juga virus pada saat yang bersamaan. 

Ciri-Ciri Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi Dan Cara Mengobatinya

Selain itu bisa juga karena adanya reaksi dari infeksi ginjal. Kondisi air di dalam akuarium yang tidak bagus (seperti akibat terjadinya akumulasi dan tercampurnya nitrogen) maka dengan begitu dapat memicu terjadinya gejala penyakit dropsy. 

Penyebab timbulnya gejala penyakit dropsy,biasanya adalah akibat dari terjadinya infeksi yang disebabkan oleh beberapa macam virus, seperti bakteri (aeromonas, myobakteria), atau juga karena sebuah parasit seperti hexamita.

Dengan adanya kondisi di dalam air kolam yang begitu  buruk, maka dapat terjangkit adanya akumulasi antara zat buangan dan juga air didalam kolam,atau juga bisa berasal dari nitrogen, maka dapat dipastikan pula menjadi salah satu pemicu munculnya gejala penyakit dropsy pada ikan koi.

Ikan koi yang sudah terinfeksi ropsy ini akan menahan cairan di dalam sel tubuh dan pada gilirannya bisa turut mempengaruhi sistem peredaran di dalam darah. Dalam kasus yang cukup berat, penyakit dropsy  ini bisa berakibat fatal yang berujung dengan kematian.

Perawatan/Pengobatan Koi yang terkena Dropsy

Ikan koi yang sudah terinfeksi penyakit dropsy ini harus segera diisolasi dari ikan yang sehat,lalu kemudian kolam ikan koi ini harus dibersihkan dengan menambahkan garam,atau juga bisa dengan cara dan teknik perawatan yang  lainnya. 

Perendaman secara berulang yang terjadi dalam jangka panjang dengan tambahan antibiotik dan cairan asam anti bakteri secara internal dalam beberapa kasus bisa berlangsung secara efektif. 

Meskipun demikian, apabila ikan koi ini tidak merespon sama sekali, maka pengobatan yang bisa anda lakukan yakni melalui pakan yang sudah dicampur dengan pakan. 

Contoh obat yang cocok untuk: Oxytetracycline atau Chloramphenicol ini dapat anda berikan dengan dosis sejumlah 55 mg/kg setara dengan berat ikan koi per hari, selama kurang lebih 10 hari atau juga bisa dengan antibiotik seperti sulphamerazine dengan dosis dengan kira-kira 265 mg/kg atau juga bisa dengan berat badan ikan koi selama tiga hari.

Atau anda juga bisa melakukan hal seperti yang kami bahas dibawah ini:

1. Isi akuarium dengan air bersih. Air yang digunakan haruslah memiliki suhu yang sama dengan air yang ada di akuarium,hal ini dikarenakan agar ikan koi ini dapat beradaptasi dengan lebih mudah di lingkungan yang baru. Ciri-Ciri Penyakit Dropsy Pada Ikan Koi Dan Cara Mengobatinya

2. Menaikkan suhu air secara perlahan. Suhu air yang sangat ideal untuk ikan  koi adalah yang tidak mengidap nitrogen,dan pastikan juga suhu pada air di dalam kolam ini adalah 27 derajat Celsius. Atur juga temperatur air kolam yang lebih tinggi dengan ini maka akan mencegah perkembangbiakan bakteri secara besar-besaran..

  • Naikkan suhu di akuarium sebanyak 3 derajat setiap jam nya hingga akhirnya suhu yang berada di ruangan mencapai 27 derajat Celsius.
  • Pakailah penghangat akuarium atau yang biasa disebut heater dengan pengatur suhu sehingga nantinya anda bisa mengendalikan kenaikan temperatur air di dalam kolam.

4. Tambahkan garam Epsom. Fungsi ginjal merupakan organ penting di dalam ikan koi,yang mana difungsikan  untuk menjaga keseimbangan kadar garam di bagian dalam tubuh ikan koi dengan kadar garam yang sesuai ketika berada di dalam air. Ketika terjadi kegagalan ginjal, maka nantinya garam akan menumpuk di dalam tubuh ikan koi. Dan sangat membantu menjaga kestabilan kondisi ikan akan terjamin. Anda dapat menaikan tingkat salinitas di dalam akuarium. Selain itu juga adanya sistem kekebalan tubuh di dalam tubuh ikan koi akan jauh lebih baik.

  • Tambahkan satu sendok teh garam untuk 3,8 liter air.
  • Dan juga jangan tambahkan terlalu banyak garam. Yang mana tingkat salinitas yang tinggi ini bisa membuat ginjal ikan koi akan bekerja terlalu keras.

5. Gantilah air di dalam kolam atau akuarium secara berkala. Hal ini ditujukan tak lain tak bukan adalah untuk menjaga agar keadaan ikan koi ini agar tetap sempurna dan juga terasa bersih,sementara ikan koi itu sendiri dapat memulihkan diri dengan cepat. Penggantian air secara ini haruslah secara berkala agar bisa membantu ikan koi cepat untuk pulih.

  • Usahakan agar rutin untuk mengganti air di dalam kolam setiap tiga hari sekali.
  • dan ingatlah untuk menambahkan suhu air secara bertahap dan juga jangan lupakan untuk menambahkan garam ke dalam air yang baru.

6. Tangani dengan tanggap dan pahami jenis infeksi bakteri apapun. Ada dua jenis pengobatan antibiotik yang tersedia untuk mengobati infeksi bakteri pada ikan mas koki, yaitu Kanaplex dan Kanamycin. Masing-masing antibiotik membunuh bakteri yang berbeda sehingga sangat penting bagi Anda untuk mencoba salah satunya, mengecek kemajuannya, dan mencoba antibiotik yang lain.

  • Tambahkan 36 miligram Kanaplex per 3,8 liter air ke dalam akuarium. Ulangi terus langkah ini selama tujuh hari. 
  • Perhatikan juga apakah ikan koi ini dapat  menunjukkan tanda-tanda kesembuhan seperti perut yang tidak terlalu gembung, aktivitas berenang ikan koi yang lebih tinggi,dan juga adanya peningkatan nafsu makan. Jika Anda tidak melihat perubahan sama sekali, gunakan Kanamycin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *