Mengobati Penyakit Ikan Koi Argulus (Kutu Ikan)

Mengobati Penyakit Ikan Koi Argulus (Kutu Ikan) – Serangan penyakit atau parasit pada Ikan Koi merupakan momok yang menakutkan bagi para pembudidaya ikan.

Parasit yang tidak diinginkan ini memiliki delapan kaki dan tubuh bulat. Mereka juga memiliki mangkuk pengisap besar yang digunakan untuk menempel pada ikan.

Penampilan argulus mereka membuat mereka mendapat julukan ‘kutu ikan’. Parasit ini dapat mengiritasi ikan dan menyebabkan infeksi bakteri. Iritasi menyebabkan koi berkedip (berenang dan berputar cepat) dan menggosok tubuh mereka.

Jenis organisme atau parasit patogen yang menyerang ikan koi umumnya termasuk golongan virus, bakteri, jamur atau invertebrata. Sedangkan bagian tubuh Ikan Koi yang sering diserang adalah bagian luar seperti kulit atau sisik, dan bagian tubuh bagian dalam seperti insang, daging atau saluran pencernaan.

Mengenail Apa Itu Parasait Argulus

Argulus merupakan udang primitif yang berbentuk bulat dan pipih. Tubuhnya dilindungi oleh lapisan transparan yang keras.

Argulus memiliki ukuran tubuh yang relatif besar sehingga dapat dengan mudah dilihat dengan mata telanjang. Argulus termasuk organisme yang menyerang Ikan Koi melalui kulitnya.

kutu ikan

Ciri-ciri ikan Koi yang terserang Argulus biasanya adalah siripnya atau bagian tubuh tertentu lainnya yang mengeluarkan darah. Pada bagian luka ini akan ditemukan satu atau sekelompok Argulus. Argulus merupakan organisme yang dapat dengan mudah berpindah dari satu ikan koi ke ikan lainnya.

JOGLO KOI FARM

Mojoroto gg 8 Barat. Kota Kediri, Jawa Timur

Hubungi: +6285158022759 Kunjungi kami di Instagram untuk katalog Ikan Koi Terbaru di @Mjkoifarm

Bagaimana penyebaran parasit Argulus sp. Serangan Ikan Koi itu adalah sebagai berikut:

Akuarium, air, substrat jaring dll. Yang terkontaminasi oleh Argulus dapat disterilkan dengan larutan kaporit sehingga bebas dari Argulus yang hidup dan menempel pada area tersebut.

Cara paling efektif untuk mencegah serangan parasit ini adalah dengan mengeringkan dan mengapur kolam serta menyaring airnya. 

Sedangkan pengendaliannya dapat dilakukan dengan menggunakan larutan garam (NaCl) atau larutan garam amoniak garam (NH 4CI) yang menghambat perkembangan parasit. Begitu juga ikan Koi yang direndam dalam larutan bromex 0,1-0,2 ppm.

Perendaman dalam larutan lindana 0,01-0,02 ppm dapat menyebabkan Argulus sp. Membunuh. berenang bebas dalam 5 jam, sementara dosis 0,013 ppm ditemukan benar-benar mematikan setelah 48 jam. Berendam dalam larutan neguvon sebanyak 1 gram per liter air selama 10-30 menit cukup ampuh untuk membasmi parasit ini.

kutu ikan 1

Selain itu, organisme ini biasanya dapat dibasmi dengan cara mengeluarkannya dari tubuh ikan dengan pinset. Telur dan larva dapat dibunuh dengan cara mengeringkan atau memberi makan kapur koi di dasar kolam. 

Dosis jeruk nipis yang diberikan Koi adalah 200 gram per meter persegi dan disimpan selama 5-6 hari.

Jenis obat lain yang cukup efektif membasmi Argulus adalah Neguvon, yang dibuat dalam bentuk tepung (powder) di Bayer, Jerman. 

Kegunaannya adalah memandikan Ikan Koi Koi dalam larutan Neguvon sebanyak 1 gram per liter air selama 10-30 menit. Dianjurkan untuk menggunakan sarung tangan karet karena obat ini dapat merusak kulit. 

Selain neguvon, bahan kimia yang cukup efektif membunuh Argulus, Abate merupakan obat yang biasa digunakan untuk membunuh jentik-jentik nyamuk penyebab malaria. 

Satu sendok makan Abate untuk kolam berukuran 2 x 1 meter cukup ampuh untuk membasmi Argulus. Cara yang mudah dan murah untuk menghilangkan Argulus adalah dengan menggunakan garam (NaCl) atau (NH4Cl). 

Ikan koi yang terserang Argulus direndam selama 5 menit dalam NaCl (20 gram per liter air) atau direndam selama 5-10 menit dalam larutan NH4Cl (12,5 gram per liter air).

Apa yang membuat ikan koi mati? Pertanyaan itu mungkin pernah terlintas di benak Anda saat mengetahui bahwa koi favorit Anda tiba-tiba mati di dalam kolam.

Kolam ikan koi tentu saja dapat menghadapi sejumlah masalah dari waktu ke waktu tidak peduli seberapa baik Anda melakukan pemeliharaannya. Namun, bukan berarti permasalahan tersebut tidak dapat diselesaikan dan diatasi.

Di sini kami akan merinci lima masalah paling umum yang menyebabkan ikan koi kesayangan Anda mati dan cara memperbaikinya.

1. Kualitas air

Inilah penyebab utama kematian ikan koi. Sebagian besar berasal dari produk limbah ikan, terutama amonia. Sayangnya, banyak orang tidak menyadari masalah ini sampai insang koi mereka dibakar dengan amonia. Anda bisa menggunakan bahan kimia untuk menyerap amonia dalam jangka pendek, namun pada akhirnya Anda harus benar-benar memperbaiki sistem filtrasi dan menambah jumlah bakteri menguntungkan.

Dalam siklus biologis kolam koi, amonia dihasilkan dari kotoran ikan yang kemudian berubah menjadi nitrit dan kemudian menjadi nitrat. Penting untuk memahami dasar-dasar proses ini agar Anda dapat mencegah masalah kualitas air dengan benar. Kami akan menjelaskan proses ini secara lebih rinci.

PH yang sangat tinggi atau rendah juga dapat menyebabkan kematian ikan. Ikan koi mungkin memiliki kisaran pH antara 6,8 dan 8,2, tetapi ideal untuk pH 7,0 hingga 7,5. Kemungkinan akan ada sedikit perubahan pH harian alami, tetapi tidak ada yang perlu dikhawatirkan selama kecil.

Yang perlu diperhatikan adalah perubahan besar dalam waktu singkat atau tingkat pH yang berada di luar kisaran yang dapat diterima, membuat kulit koi rentan terhadap infeksi bakteri. Dua solusi utama untuk menjaga tingkat pH stabil adalah pengujian rutin dan, jika perlu, penyesuaian melalui buffer dan asam. Singkatnya, buffer meningkatkan pH, sedangkan penambahan asam menurunkan pH.

2. Penyakit

Parasit pada ikan tidak hanya sulit untuk diidentifikasi, tetapi juga hampir tidak mungkin diidentifikasi karena terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Bakteri merupakan sebuah mikroorganisme yang ada di mana-mana dan tersebar luas di alam, termasuk di kolam ikan koi Anda. Ada bakteri baik dan jahat. Jika ikan Anda stres karena alasan apa pun, itu dapat meningkatkan kerentanannya terhadap infeksi bakteri (terutama jika ada luka atau luka).

Kualitas air adalah inti dari pencegahan penyakit, jadi meskipun Anda dapat mengobati penyakit yang muncul, Anda perlu memantau dan memperbaiki keseimbangan kimiawi air Anda sendiri. Jika Anda mengalami masalah seperti ini, gunakan sistem filtrasi yang lebih baik, misalnya dengan alat sterilisasi UV.

3. Pertumbuhan alga

Jika Anda memperhatikan bahwa kolam koi Anda ditumbuhi alga, yang juga dapat mengganggu fleksibilitas penglihatan Anda, ada beberapa cara untuk mengendalikan alga di kolam Anda.

Anda dapat memilih untuk mewarnai air kolam, sehingga alga dapat menyerap lebih sedikit sinar matahari. Anda juga bisa menambahkan sedikit garam ke dalam kolam, selama tidak ada tanaman yang tidak toleran terhadap garam di dalam kolam.

Penyebab masalah alga adalah kualitas air atau kimiawi air. Jika Anda dapat mengatasi salah satu dari dua penyebab ini, alga akan menghilang dari kolam koi Anda.

4. Predasi

Ini bisa menjadi masalah serius pada kolam koi, terutama di malam hari. Kucing, rakun, berang-berang sungai, dan predator besar lainnya dapat berburu koi dari kolamnya. Jika Anda mengalami masalah dengan hal ini, perdalam kolam agar menyulitkan kucing atau burung pemangsa lain untuk memakan koi Anda.

Pada dasarnya merawat ikan koi dan kolam tempat tinggalnya merupakan proses yang harus terus Anda pelajari dan lakukan. Jika semua ini bisa dilakukan dengan baik, ikan koi di rumah merupakan hiburan yang menyenangkan untuk Anda.

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.